FIKIH KELAS 3 : AYO SHALAT TARAWIH

AYO SHALAT TARAWIH

Rasulullah Saw. bersabda:
“Barang siapa mengerjakan shalat (sunnah di malam hari) bulan Ramadhan
karena iman dan mengharap pahala (Allah), niscaya dosa-dosanya terdahulu
diampuni.” (HR. Bukhari & Muslim)



A. Ketentuan Shalat Tarawih

Pengertian dan Hukum Shalat Tarawih
Shalat Tarawih adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada setiap malam bulan Ramadhan. Istilah tarawih tidak disebutkan dengan jelas. Istilah tarawih berasal dari kata “raha” artinya istirahat. Disebut demikian karena shalat ini dilakukan berkali-kali, dan setelah salam beristirahat sejenak. Ada juga yang berpendapat bahwa arti tarawih adalah santai.
Hukum shalat tarawih adalah sunnah muakkad. Artinya, shalat tarawih sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.

Waktu dan Bilangan Rakaat shalat Tarawih
Waktu pelaksanaan shalat Tarawih adalah antara shalat Isya’ sampai dengan terbit fajar pada malam bulan Ramadhan. Jumlah rakaat shalat Tarawih terdapat perbedaan berdasarkan hadis-hadits Rasulullah Saw., tetapi kaum muslimin pada umumnya mengerjakan shalat Tarawih sebanyak 8 atau 20 rakaat.
Di Indonesia, sebagian besar umat Islam mengerjakan shalat tarawih 20 rakaat, dan sebagian yang lain mengerjakan shalat tarawih 8 rakaat.

Cara Mengerjakan Shalat Tarawih
Shalat Tarawih pada umumnya dikerjakan dengan cara dua rakaat salam sampai genap jumlah rakaatnya. Contoh: Amin mengerjakan shalat tarawih 20 rakaat, setiap dua rakaat di akhiri salam, berarti Amin mengerjakan shalat tarawih dengan 10 kali salam.
Lafal niat shalat Tarawih dua rakaat:

Selain mengerjakan dengan cara dua rakaat diakhiri salam, ada juga yang mengerjakan shalat tarawih dengan cara empat rakaat diakhiri salam sampai genap jumlah rakaatnya. Contoh: Rusli mengerjakan Shalat Tarawih 8 rakaat, setiap empat rakaat di akhiri salam tanpa tahiyat awal, berarti Rusli mengerjakan shalat Tarawih dengan 2 kali salam.
Lafal niat shalat Tarawih empat rakaat:

B. Keutamaan Shalat Tarawih
Suatu ketika Nabi Muhammad Saw. ditanya tentang keutamaan salat tarawih dalam bulan Ramadhan, maka beliau menjawab :
Pada malam ke-1 : Orang mukmin terlepas dari dosa-dosanya seperti ketika dilahirkan oleh ibunya.
Pada malam ke-2 : Allah mengampuni dosa dirinya dan kedua orang tuanya bila mereka mukmin.
Pada malam ke-3 : Malaikat memanggil dari bawah ‘Arsy “Mulailah beramal. Allah telah mengampunimu dari dosa-dosa terdahulu”.
Pada malam ke-4 : Dia mendapatkan pahala seperti pahala orang membaca Taurat, Zabur, Injil dan AlQuran.
Pada malam ke-5 : Allah memberinya seperti yang diberikan kepada orang yang salat di Masjidil Haram Mekkah, Masjid Nabawi Madinah dan Masjidil Aqsa.
Pada malam ke-6 : Allah memberinya pahala seperti pahalanya malaikat yang tawaf di Baitul Makmur dan batu-batuan dan lumpur memohonkan ampun bagi dirinya.
Pada malam ke-7 : Seakan-akan bertemu Nabi Musa dan membantu beliau dalam menghadapi Fir’aun dan Haman.
Pada malam ke-8 : Allah menganugerahi apa yang dianugerahkan kepada Nabi Ibrahim as.
Pada malam ke-9 : Bagaikan ibadah Nabi Muhammad saw.
Pada malam ke-10 : Allah memberinya kebaikan dunia dan akhirat.
Pada malam ke-11 : Meninggal dunia tanpa dosa seperti sucinya pada waktu keluar dari perut ibu.
Pada malam ke-12: : Pada hari kiamat wajahnya bersinar seperti bagaikan bulan purnama.
Pada malam ke-13 : Pada hari kiamat aman dari segala bahaya.
Pada malam ke-14 : Para malaikat datang menyaksikan bahwa dirinya telah melaksanakan salat Tarawih, maka Allah tidak menghitung amalnya (bebas hisab).
Pada malam ke-15 : Malaikat mendoakannya demikian pula malaikat penyangga ‘Arsy dan kursi.
Pada malam ke-16 : Allah menulisnya bebas dari ancaman api neraka dan bebas masuk surga.
Pada malam ke-17 : Mendapat pahala seperti pahalanya para nabi As.
Pada malam ke-18 : Malaikat memanggilnya dan mengatakan bahwa Allah meridainya dan kedua orang tuanya.
Pada malam ke-19 : Allah mengangkat derajatnya di surga Firdaus.
Pada malam ke-20 : Diberi pahala para Syuhada dan Salihin.
Pada malam ke-21 : Allah menganugerahkan padanya rumah di surga yang terbuat dari nur.
Pada malam ke-22 : Pada hari kiamat aman dari segala yang menakutkan dan menyusahkan.
Pada malam ke-23 : Allah membuatkan kota baginya di surga.
Pada malam ke-24 : Dia berhak atas dua puluh empat permintaan yang akan diijabahi.
Pada malam ke-25 : Allah menghindarkan dari siksa kubur.
Pada malam ke-26 : Allah memberinya pahala selama empat puluh tahun.
Pada malam ke-27 : Akan melewati sirathal mustaqim seperti secepat kilat menyambar.

Demikian penjelasan kitab Durratun Nasihin. Dalam riwayat itu setiap tarawih pada malam-malam Ramadhan mempunyai keistimewaan sendiri-sendiri, seakanakan bila tertinggal salah satu malam tidak dapat digantikan malam yang lain.

C. Doa Sesudah Shalat Tarawih
Setelah melaksanakan shalat, biasanya kita selalu berdoa. Begitu juga setelah shalat Tarawih. Tahukah kamu, doa apa yang dibaca setelah shalat Tarawih? 
Ayo kita baca doa sesudah melaksanakan shalat Tarawih sebagai berikut:

TUGAS 
Tulislah soal dan jawaban pada buku tugas/tulismu !
dikumpukan pada jam pelajaran Fikih. 
terima kasih.
  1.  Shalat yang sering disebut qiyam Ramadhan adalah shalat .........................
  2. Tarawih artinya ………………..
  3. Hukum melaksanakan shalat Tarawih adalah…………………
  4. Shalat Tarawih dilaksanakan setelah shalat .………….....
  5. Batas waktu mengerjakan shalat Tarawih adalah sampai terbitnya……………………….






Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "FIKIH KELAS 3 : AYO SHALAT TARAWIH"

Posting Komentar